Menghafal Qur’an hingga Nomor Ayat, Bagaimana Caranya?

Posted  on: 3 Mei 2011

Bismillah..
Metode menghafal al-Qur’an ternyata mempengaruhi bagaimana cara otak mengambil ingatan itu lagi. Misal: kita menghafal qur’an berdasarkan juz, maka kita akan mengingat suatu ayat, ia berada di juz berapa. Inilah biasanya yang diterapkan di ma’had2 tahfidzul qur’an.
Dari buku yang ana baca, yang berjudul “Mengapa Saya Menghafal Al-Qur’an”, ana dapati bahwa menurut penulisnya, menghafal al-Qur’an berdasarkan juz itu.. adalah cara menghafal yang salah/kurang tepat. Yang benar adalah menghafal al-Qur’an berdasarkan surat.. sehingga ketika kita ditanya suatu ayat, maka kita akan mudah mengetahui, ayat itu ada di surat mana.
Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya digunakan dua metode. Karena di ma’had menggunakan metode menghafal berdasarkan juz, maka ana harus menggunakan metode ini untuk ziyadahnya (menambah hafalan). Tapi untuk muraja’ahnya (mengulang hafalan), ana lebih sering menggunakan metode menghafal berdasarkan surat. Dengan demikian, diharapkan ketika ditanya suatu ayat, kita bisa dengan tepat menyebutkan di juz mana dan di surat mana.
Jika kita masuk lebih dalam, maka kita juga bisa menghafal al-Qur’an bedasarkan halamannya. Kita bisa menebak suatu ayat berada di lembar sebelah kanan atau kiri.. berada di lembar ke berapa juz ke berapa.. Kalau yang pernah ana baca, untuk mendapatkan kemampuan ini, maka kita harus mengoptimalkan penglihatan kita (sering melihat mushaf dengan konsentrasi / menggunakan ingatan penglihatan).

Gimana cara mendidik anak dengan baik (Jawaban 2)

  • Boleh percaya boleh tidak, makanan sangat berpengaruh bagi anak. Pengaruh dalam arti bagi pertumbuhan fisik dan non fisik (rohaninya), dalam artian non fisik disini kita berbicara masalah mental si anak. Dalam islam mengajarkan orang tua untuk selalu memberikan makan yang baik (halal dan bergizi). Jangan sampai anak kita mengkonsumsi makanan yang kita dapatkan dari hasil yang tidak baik, mencuri, korupsi dan lain-lain. Apabila sudah kita lakukan hal tersebut maka dasar mendidik anak sudah kita selami. Ingat juga ini sangat penting, saat kita proses membuat anak jangan lupa kalau kita berniat baik (bukan nafsu setan yang menggerayangi otak kita), berdoa dulu supaya diberikan keturunan yang soleh dan solehah. Lalu ketika sudah dalam proses mengandung selalu bacakan ayat-ayat suci al-Quran. itulah dasaran-dasaran yang kadang kita anggap remeh, padahl hal tersebut sangat penting bagi si anak itu sendiri. Proses mendidik anak dimulai saat bayi (dari anak lahir), kita langsung dendangkan suara adzan ditelinga kanannya, karena dengan suara adzan tersebut mengandung arti yang sangat baik, diawali dengan dendangan yang baik. Biarkan anak itu menangis sekeras-kerasnya, dikarenakan menurut ilmu kedokteran itu merupakan proses penguatan jantung si anak.

Gimana caranya mendidik anak dg baik (Jawaban 1)

"orangtua tidak wajib mendidik anaknya menjadi baik, tapi orangtua wajib menjadi orangtua yang baik" -Deddy Corbuzier-

Pertama,
Yakinkan Dulu Diri Anda Sebagai Orang Tua bahwa anda akan menjadi Orang Tua dan Teladan yang baik Untuk Anak Anda...

Kedua, 
Perhatikan Keperluan dan Kebutuhan anak secara Seksama dan Seperlunya...

Ketiga,
Jangan Pernah Menekan ataupun Memaksakan kehendak anda secara sepihak...

Keempat,
Biarkan anak anda melakukan apa yang disukainya selama itu tidak melanggar norma-norma yang ada...

Kelima, 
Jangan Selalu Membentak ataupun menjadikan anak terlalu takut kepada anda, Buatlah ia merasa nyaman ketika bersama anda...

Keenam,
Perbanyaklah Berkomunikasi kepada anak mengenai apapun itu, baik berhubungan hal yang bersifat pribadi ataupun umum....

Ketujuh, 
Dukunglah Anak anda saat ia menemukan apa yang menjadi impian dan keinginannya...

Kedelapan,
Jangan Pernah Anda Melakukn Kekerasan walau itu sekalipun, Jika Anak anda salah, Cukup anda tegur dan nasehati....

Mencubit Sebabkan Gangguan Mental Anak

Penakita | SURABAYA - Disadari atau tidak, kesehatan mental dan kecerdasan anak ternyata dipengaruhi cara orangtua mendidik. Menurut para peneliti, jika anak sering dipukul membuat mereka rentan mengalami gangguan mental, dan hal ini akan terbawa sampai dewasa.

Penelitian ini menjadi peringatan bagi Anda yang sering ringan tangan saat memberi hukuman ketika anak berbuat salah. Sebuah penelitian di Amerika mengungkap, hukuman fisik pada anak meningkatkan rata-rata 7 persen resiko anak mengalami masalah mental di kemudian hari.

Dikutip dari Dailymail, gejala gangguan mental tersebut sering ditandai dengan beberapa penyimpangan. Diantaranya, gangguan mood, kecemasan, bahkan masalah dengan alkohol, penyalahgunaan obat, dan tindakan agresif lain.

Ibu, Bagaimana Kabarmu?

Posted by CS SekolahOrangtua
Ibu selalu menyertaimu.
Ibumu adalah bisikan daun-daun, ketika kau mencari angin berjalan-jalan.
Ia adalah aroma segar yang keluar dari kaus kakimu yang putih tercuci bersih.
Ibumu hidup dalam tawamu, dan mengkristal dalam tetes air matamu.
Ibumu adalah tempat tinggalmu yang pertama.
Dari sana kamu datang, dan dia adalah terang yang menuntun setiap langkah hidupmu.
Dialah cinta pertamamu, takkan ada yang dapat memisahkanmu darinya.
Waktu, jarak, bahkan kematian takkan memisahkan kamu dari ibumu.
Kamu akan membawa dia di dalam dirimu selalu.
Begitulah kurang lebih isi sajak yang ditulis oleh Sherry Martin. Ibu adalah hidup kita, dia akan menyertai kita ke mana-mana. Itu berlaku untuk siapa saja. Tak terkecuali juga pemain bola.
Bagi pemain bola, ternyata ibu juga segala-galanya.

Sharing Vivi Savitri Wibisono: Kenali Dirimu, Sayang

Posted by CS SekolahOrangtua
Salam kenal untuk para Ayah dan Bunda…
Sebetulnya cerita ini pernah saya upload di FB, sebagai note saya. Mengapa? Agar saya selalu ingat bahwa saya pernah punya pengalaman ini dengan putra tunggal saya. Sebagai catatan pribadilah… Ketika Sekolah Orangtua memberi kesempatan kepada kita para orangtua untuk sharing pengalaman kita dengan putra/i kita, maka saya bagi disini melalui Sekolah Orangtua…
Kenali Dirimu, Sayang…
Sudah sejak awal Abi masuk SD, aku memutuskan untuk tidak membebaninya dengan target jadi juara di kelas. Alhamdulillah, selama 3 tahun (kelas 1 sampai kelas 3) tidak pernah ada masalah mengenai itu. Nilai -2nya cukup memuaskan.
Tapi, rupanya waktu berkata lain. Di awal kelas 4, nilai-2nya turun dengan drastis. Aku capek. Pelajarannya susah. Kebetulan gurunya juga punya aturan yg berbeda dibanding guru-2 sebelumnya. Gurunya yg sekarang memutuskan, ulangan baru diberikan ke orangtua setelah 3 bulan. Itulah awalnya…

Senjata Penting yang Perlu Dimiliki Setiap Orangtua dalam Mendidik dan Mengasuh Anak

Halo Apa kabar? Ariesandi disini.
Saya ingin sharing suatu cerita hari ini.
Suatu saat ada orangtua yang ingin ngobrol/konsultasi dengan saya setelah sebuah seminar. Saat dia mulai bercerita, saya mendengar suatu keluhan yang berbeda dari orangtua satu ini.
Dia bilang begini “Mengasuh anakku ini seperti sedang berperang. Ada banyak teriakkan, suara tangisan, jeritan dan suara-suara heboh lainnya. Saya juga musti sering susun strategi untuk membujuk anak saya untuk mau makan, untuk belajar atau merapikan mainan setelah berantakan semua. Wah pusing deh, udah mirip kayak perang!!”
Walaupun saya belum pernah ikut berperang, saat saya mendengar keluhan seperti itu, saya tiba-tiba langsung terbayang sebuah medan perang dimana terjadi ‘peperangan’ antara orangtua dan anak. Maafkan imajinasi saya he..he..
Saya tahu persis bahwa mendidik dan mengasuh anak memang seringkali membuat frustasi, jengkel, pingin marah aja dan lain sebagainya, tetapi menyamakannya dengan sebuah perang, terus terang adalah hal baru bagi saya :)
Nah mengikuti metafora/perumpamaan yang digunakan itu, saya lantas berpikir, jika ini sebuah perang, tentu akan diperlukan sebuah ‘senjata’ ya. Senjata yang efektif untuk mengalahkan ‘musuh’ eh salah he..he..

Ciri-ciri Anak Sukses di Masa Depan


Orang tua memegang peran penting dalam mendidik anak, namun apabila orangtua lengah terhadap anak didiknya maka peran itu akan langsung diambil alih oleh lingkungannya,dan jangan menyesal...........jika segalanya terlanjur salah ??


Pembaca budiman , apakah anda punya anak yg masih kecil ? atau memiliki ponakan yg seumuran 2-5th atau anda sudah punya cucu seumur itu ? Anak yg berumur 2-5tahun tingkah mereka lucu-lucu,asik namun seringkali tingkah mereka itu juga bisa bikin kita merasa "sebel" dan bikin kita emosi , anak kecil seumuran 2-5th seringkali berulah macam-macam yg menjengkelkan,aneh dan bikin kita sebagai orangtua pusing mendidiknya

Nah, Namun sedikit orang tau bahwa anak kecil yg menyebalkan ,aneh dan terlanjur kita cap sebagai anak yg nakal pada umur segitu. sesungguhnya memiliki rahasia menakjubkan yg diungkap mereka setelah mereka dewasa kelak.

Keadaan malah berbalik saat mereka dewasa kelak akan menjadi anak yg membanggakan orangtuanya.

Apakah anak anda seperti ini ?

Inilah ciri-ciri dan sifat anak kecil yg ( padahal ) memiliki keberhasilan ketika mereka dewasa kelak !

NIKMAT ALLAH SWT YANG TERLUPA


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"(QS.Arrohman) 
Ayat Al Qur'an ini diulang hingga 31 kali. Pengulangan ayat ini bukan tanpa maksud. Ini ditujukan agar kita selalu ingat tentang nikmat Allah. Untuk lebih dapat merenungi nikmat-nikmat Allah yang kita lupakan silahkan baca secuil kisah berikut.
Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh Keajaiban Dunia.
Tepat sebelum kelas usai, siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.


Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…

Malamnya sang guru memeriksa tugas siswa-siswanya itu.


KISAH NYATA PENGORBANAN SEORANG IBU SAAT TERJADI GEMPA HEBAT DI JEPANG.

Ini adalah kisah nyata Pengorbanan seorang Ibu selama Gempa di Jepang. Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah.


Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Dahsyatnya Kasih Ayah

''Bapak..! Campai kapan kita puaca..? Olang-olang udah pada buka pak.. Tapi kila belum..!'' ujar seorang anak kepada ayahnya.
''Sabar nak.. Tunggu sebentar lagi..!'' balas sang ayah.
''Kita halus tunggu campai kapan pak..? Udah 2 hali kita belum buka puaca.. Pelutku udah ga kuat lagi menahan lapel pak..!'' keluh sang anak.

''Tunggu ya nak.. Bapak belikan sesuatu buat kamu makan..!'' sahut sang ayah sambil berjalan meninggalkan anaknya menuju warung.Tak lama kemudian sang ayah balik lagi sambil menenteng sebuah kantong kresek hitam.
''Apa itu pak..?'' tanya sang anak.
''Ini roti tawar ini nak.. Ayo makan.. Ini akan mengurangi sedikit rasa laparmu..!'' jawab sang ayah.

Bagaimana Mengajarkan Anak Agar Cerdas Emosi



Wednesday, 05 November 2008
 
Kita sering melihat di Mal atau di tempat-tempat umum lainnya seorang ibu kewalahan berusaha mendiamkan anaknya, usia sekitar 2 th yang menangis sambil berteriak, karena dia sedang pilek  tidak dibelikan es Krim yang dimintanya. Selang berapa menit karena tidak mau diam juga, es krim itu akhirnya dibelikan oleh ibu muda tsb. Anak itu berhenti menangis dan menikmati es krimnya, tanpa merasa bersalah sama sekali, padahal dia sebelumnya sempat mencuri perhatian orang-orang yang sedang berlalu lalang . Ah ,namanya juga anak-anak. Semakin besar berusia 3 tahun, kalau dia ngambek  tidak dituruti permintaanya dia mulai membuang atau melemparkan mainannya, sampai hasratnya terpuaskan. Menjelang umur 5 tahun, anak itu mulai suka memukul ,mencakar wajah atau menarik rambut pembantu di rumah dan juga ibunya, walau telah berkali-kali dilarang..Pembantu tidak ada yang betah, gonta-ganti pembantu akhirnya dan anak itu tidak pernah bermain lagi di luar rumah, karena tidak ada satupun anak yang mau menemaninya bermain.

Di ruang kerja saya duduklah di hadapan saya ibu anak tsb yang membutuhkan konsultasi, dan bertanya dengan rasa khawatir: ‚Dok (sy sebenarnya bukan dokter, tapi Doktor dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Anak)..lanjut ibu tsb:‘Apakah prilaku anak saya itu masih termasuk wajar untuk perkembangan anak seusianya??‘ Apakah yang harus saya perbuat, agar anak saya bisa mengendalikan emosinya dengan baiK? Bila dilarang berkali-kali tetap saja dia memukul atau menjambak, apakah boleh saya balas dengan memukul pula atau mencubitnya??. Ya , jangan dibalas pukulan atau cubitan dong, anak itu kan masih usia 5 tahun, yang salah didik ibunya , kok anaknya hasil didikannya sendiri yang mendapat hukuman????......Ini saya bilang hanya dalam hati saya.

Gak Usah Pakek Nunggu

Ada yang menggelitik dari cuplikan tayangan sebuah infotainment pagi ini di televisi. Seorang artis penyanyi wanita yang terkenal karena goyang mautnya, menyatakan bahwa dirinya tengah mendambakan seorang suami. Ia menginginkan seorang lelaki yang bisa “menuntunnya menjadi wanita sholehah”. Katanya, sejauh ini ia belum menemukan lelaki yang bisa “menggugah” hatinya.


Sungguh pernyataan yang membuat miris. Karena ia seakan mencari pembenaran atas perilakunya selama ini yang jauh dari cerminan pribadi sholehah. “Belum menemukan lelaki yang bisa menggugah hati saya untuk menjadi wanita sholehah.” 

Maka ia merasa sah-sah saja jika terus bertahan dengan perilaku jahiliyahnya: hobi bergoyang erotis, mengumbar aurat, ribut dengan sesama artis, menjadi pribadi yang suka meledakkan kemarahan di depan publik, dan sebagainya.


Dampak Nonton Film Porno























Dari Mu’awiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka,” (THR. Ibn Hibban). 

BARAT selalu mencari cara untuk menemukan kesenangan dunia. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Apalagi urusan bawah perut. Semuanya dibolehkan. Tentu tidak demikian dengan Islam.

Tatkala Barat menyalurkan syahwat mereka pada perkara-perkara yang haram maka jadilah mereka kehilangan rasa kepuasan dengan cara-cara yang halal dan yang sesuai dengan fitroh dan harkat kemanusiaan. Sehingga timbullah kelainan-kelainan seksual, seperti homo seksual, hubungan seks dengan cara kasar, bahkan dengan menyakiti pasangannya agar timbul kepuasan. Bahkan sebagian mereka hanya bisa puas jika berjima. dengan hewan peliharaannya.

Kasih sayang ibu - Cerita hikmah


Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya,
“Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku.

Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. 


Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu,
aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang.
Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Tips Agar Anak Jadi Super Cerdas

Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas ?
Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Segala daya dan upaya akan dilakukan oleh sang ibu dan ayah agar tujuan tersebut tercapai. Mulai dari sering mendengar musik klasik, minum vitamin, rajin berolahraga sampai memberikan susu formula yang mengandung AA dan DHA yang dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan, “Menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatandan kecerdasan anak.”

Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal dengan memberikan ASI, kesehatan dan kecerdasan sang bayi pun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara.
Tengoklah Nia (28), karyawati yang memiliki dua putri ini mengaku memberikan ASI dan vitamin yang bagus agar anaknya sehat dan cerdas. Ibu yang sangat peduli tentang kesehatan ini lebih memilih yang alami seperti ASI (Air Susu Ibu). Baginya, penting agar anak selalu diberi kasih sayang dan memenuhi kebutuhan psikologisnya.
Anda mungkin bingung, bagaimana ASI dapat menyehatkan dan mencerdaskan anak anda?ASI jelas adalah hak sang bayi dan inisiasi menyusu dini ASI berperan penting dalam menyukseskan ASI eksklusif. Mengenai kelebihan ASI dibandingkan susu formula dan agar bijaksana dalam memilih dan menggunakan susu formula, Anda bisa simak uraian di bawah ini.
1. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas
2. Sehat dan Cerdas dengan ASI
1. Air Susu Ibu adalah Hak Bayi
2. Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ASI
3. Kelebihan ASI dibanding Susu Formula
4. Problema Ibu Menyusui
3. Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula

1. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas
Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecerdasan, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Menurut dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, Amerika Serikat memperkirakan faktor genetik hanya menyumbang 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan.
Lingkungan penting karena memiliki peran lebih besar daripada genetik. Faktor lingkungan terdiri dari asuh, asah dan asih. Asuh berarti memberikan kebutuhan untuk pertumbuhan fisik, Asah berarti memberikan stimulasi atau pendidikan, Asih berarti memberikan kebutuhan psychososial.
Agar perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak tidak terganggu, orang tua perlu menjaga nutrisi. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama otak karena kepandaian berhubungan dengan pertumbuhan otak.
“ASI Eksklusif adalah nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa lompatan pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 sampai 6 bulan”, ungkap Dr. Utami Roesli, Sp.A yang baru saja berulang tahun di bulan September lalu.
ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHAAA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasitaurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator dan jaringan syaraf, membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan selain bagus untuk perkembangan otak, juga bagus untuk mempersiapkan sistem pencernaan bayi karena pada saat lahir, enzim pencernaan bayi masih belum lengkap dan hanya bisa digunakan untuk mencerna ASI. Perlu diketahui bahwa ASI mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI.
Lebih lanjut, dr. Utami Roesli, Sp.A yang lebih akrab disapa dr. Tami menambahkan, “Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial”. Proses menyusui itu merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu.

2. Sehat dan Cerdas dengan ASI

jenis strokeDi luar negeri telah banyak dilakukan penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu. Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan, sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin.
Berdasarkan hasil studi Horwood & Fergusson tahun 1998 terhadap 1000 anak berusia 13 tahun di Selandia Baru, tampak kecenderungan kenaikan lama pemberian ASI sesuai dengan peningkatan IQ, hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah.
Tidak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan di negara yang berbeda pada tahun 2002 juga seiya sekata dengan hasil studi Horwood & Fergusson. Richards dkk di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi.
Semua hasil penelitian tersebut menyakinkan manfaat positif memberikan ASI bahwa anak ASI lebih cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A ini menegaskan, “ Anak yang diberi ASI akan lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ dan SQ lebih baik bahkan soleh dan soleha ”.
1. Air Susu Ibu adalah Hak Bayi
Kucing dan macan termasuk jenis mamalia yang ibunya melahirkan dan menyusui anaknya. Coba perhatikan bahwa susu induk kucing bisa dinikmati anak kucing dan susu induk macan bisa dinikmati oleh anak macan. Namun, air susu kucing tidak cocok untuk macan, demikian sebaliknya.
“Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya”, ungkap dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya.
Meskipun dalam beberapa jam kelahirannya, bayi belum lapar atau haus karena masih ada bekal dari di dalam kandungan, bayi baru lahir berhak mendapatkan kolostrum yaitu cairan emas kaya antibodi yang pertama kali keluar dari puting payudara ibu setelah melahirkan.
ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi.
ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.

2. Pentingnya Inisiasi Menyusu ASI

Pada awal Agustus lalu, pekan ASI sedunia 2007 juga dirayakan di Indonesia dengan tema Menyusu “Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan dengan Menyusu Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi”.
Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini (early latch on) sebagai tindakan life saving, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global.
“Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkwalitas, ”ujar Ibu Ani Yudhono dalam acara puncak pekan ASI Sedunia 2007.
Inisiasi menyusu dini adalah dengan meletakkan bayi baru lahir di atas perut atau dada ibunya. Dalam waktu hampir 1 jam, bayi akan mulai bergerak mencari puting ibu dan mulai menyusu sendiri. Dr. Tami menyebutkan bahwa di luar negeri hal ini diketahui sudah lama tapi di Indonesia baru sejak tahun 2006 lalu.
Inisiasi menyusu dini dapat membantu memunculkan refleks bayi untuk menyusui dan berperan penting untuk kesuksesan menjalankan ASI eksklusif. Sayangnya, belum semua tenaga kesehatan di Indonesia yang mengetahui hal ini.
Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang pemberian air susu ibu secara eksklusif pada bayi di Indonesia sudah disahkan sejak 2004 lalu. Para ibu dan calon ibu dapat ikut mendukung program pemerintah dengan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Mungkin hal kecil bagi kita tapi sangat berarti bagi kehidupan si bayi kelak.

3. Kelebihan ASI dibanding Susu Formula

Bayi yang diberi susu formula terancam obesitas. Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Kita tahu bahwa hewan cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia.
Tidak heran sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi yang mendapat susu formula. Pertumbuhannya lebih bagus dan jarang sakit. Tidak sedikit bayi diare akibat susu formula karena gula susu sapi (laktosa) pada beberapa bayi.
Susu formula di pasaran kini banyak mengandung tambahan nutrisi berupa asam lemak seperti AA dan DHA yang dipercaya dapat mencerdaskan anak. Namun, bayi tidak memiliki kemampuan untuk mencerna semua zat gizi tersebut.
Pada bayi produksi enzim belum sempurna untuk dapat mencerna lemak, sedangkan dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan.
Lemak yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal oleh tubuh bayi dari pada lemak yang ada pada susu formula, sehingga tinja bayi susu formula lebih banyak mengandung makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuhnya.
Kemudian, di dalam ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat di dalam susu sapi atau susu formula. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.
Di dalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat suplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang anemia (kekurangan darh akibat defisinesi zat besi).
Saat dilahirkan bayi mempunyai persediaan cukup zat besi, tetapi itu kembali kepada ibunya, apakah saat hamil dia mempunyai persediaan zat besi yang cukup. Semua jenis susu mengandung sedikit zat besi sekitar 100ml, atau 0.5-0.7mg/i, namun perbedaannya zat besi yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal sampai 50% oleh bayi, berbeda dengan zat besi yang ada pada susu hewan yang hanya 10% saja.
Pada tahun pertama kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap penyakit, sehingga memerlukan perlindungan ekstra dari ibunya. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor anti-infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya.

4. Problema Ibu Menyusui

Dr. Utami Roesli menyayangkan bahwa kurangnya informasi adalah kendala terbesar ibu tidak menyusui ASI. Informasi tentang susu formula jauh lebih banyak dan meyakinkan dibandingkan ASI sehingga para ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya.
ASI adalah satu-satunya yang baik untuk bayi. Ibu sebaiknya memahami mengenai susu formula sebelum memberikannya kepada bayi. Carilah informasi yang tepat dan seimbang mengenai susu formula dan ASI.
Sangat disayangkan bahwa tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi sang ibu sehingga tidak bisa menyusui anaknya. Salah satunya adalah masalah psikologis ibu pasca melahirkan atau puting susu yang tidak normal. Bisa juga karena sakit kronis, infeksi payudara dan radang payudara.
Kalau sudah begitu, jalan keluarnya adalah dengan memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula bagi bayi berumur di bawah satu tahun tidak dianjurkan. Dokter menyarankan agar bayi diberi ASI sampai berusia 6 bulan yang disebut dengan ASI Eksklusif dan tetap dilanjutkan sampai 2 tahun jika masih menyusui.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada kondisi dimana susu formula boleh diberikan. Susu formula hanya boleh diberikan pada keadaan sangat terbatas, yaitu telah dilakukan penilaian terhadap status menyusui dari ibu, dan relaktasi tidak memungkinkan serta diberikan hanya kepada anak yang tidak dapat menyusu, misalnya: anak piatu.
3. Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris.
Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.
Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Susu yang paling enak dan disukai bukan juga merupakan pertimbangan utama pemilihan susu.
Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.
Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut.
Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHA pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.
Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak:
1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi.
2. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir.Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak.
Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.
3. Masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik.Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula.
Pemberian susu formula membutuhkan biaya yang besar. Untuk pembelian susu formula selama 6 bulan di Indonesia diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 7,920 trilyun – Rp. 14,720 trilyun. Padahal belum tentu keluarga-keluarga tersebut mampu secara ekonomi. Bukan tidak mungkin ekonomi mereka semakin terpuruk.
4. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut.
Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.
Sumber:
http://www.medicastore.com/asi_susuformula/

MEMARAHI DAN MENCUBIT TIDAK SEHAT BUAT ANAK

Dewi, seorang Ibu yang tinggal di Jakarta, mengeluhkan kedua anak laki-lakinya yang kelewat bandel. "Kadang kala anak kami (terutama yang sulung) berperilaku yang membuat kami marah. Padahal, sebelumnya dinasihati secara halus, tetapi tetap tidak mau mendengar. Akibatnya, terkadang keluar kata-kata dengan nada yang tinggi bahkan mencubit," ujarnya dengan nada menyesal
.
Kepada HM Ihsan Tanjung yang dimintai konsultasi, Dewi menanyakan tentang bagaimana sikap yang sebaiknya diambil dalam memarahi anak yang masih balita ini. Dewi khawatir bertindak di luar kontrol dan "menyakiti" anaknya. Dewi juga menanyakan bagaimana seharusnya cara mendidik anak, baik secara fisik maupun mental, bagi anak-anak balita.

Menurut Ihsan, sebagai orangtua mestinya bersikap bijak dalam memperlakukan anak-anaknya sesuai dengan perkembangan usia mereka. Untuk anak usia 0-7 tahun, Ihsan menganjurkan agar orangtua lebih mengajak anak untuk bermain. Pada usia sekecil itu, bermain adalah masa mereka dan itu secara psikologis sangat baik bagi perkembangan kejiwaan anak.

Membuat Laporan Keuangan Keluarga


Cara mudah membuat laporan arus kas keluarga adalah seperti yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang rajin. Seluruh pendapatan dan pengeluaran keluarga dicatat dengan rapi.

Tentunya, membuat laporan arus kas secara lebih sistematis akan lebih mudah dibaca dan dimengerti. Dengan laporan yang sistematis, Anda akan dengan mudah dapat melihat dari mana sumber pendapatan Anda dan ke mana saja pengeluaran digunakan. Apabila ternyata pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran, Anda akan memiliki dana lebih, yang bisa ditabung atau diinvestasikan di berbagai jenis instrumen investasi.

Sebaliknya, jika penghasilan lebih kecil dari pendapatan, maka Anda akan mengalami kekurangan uang (defisit). Sehingga, Anda harus mengambil uang dari tabungan, atau mencairkan deposito, atau menjual harta benda yang Anda miliki. Jika defisit terjadi setiap bulan dalam waktu yang lama, kekayaan Anda akan semakin berkurang, dan bisa habis, sehingga perlu berutang atau meminta bantuan pihak lain.

Pada keluarga yang sudah pensiun, kondisi defisit ini biasa terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mengumpulkan
harta dan kekayaan secukupnya di masa aktif bekerja untuk mendanai masa pensiun. Kalau dana pensiun itu
masih tersisa, bisa diwariskan kepada pihak yang dicintai.

Jadi, sekali lagi, tujuan utama kita dalam membuat laporan arus kas adalah untuk mengontrol besarnya tabungan rutin kita. Dengan tabungan yang besar, akumulasi kekayaan kita akan berlipat-lipat, karena adanya unsur compounding interest (bunga berbunga). Dengan demikian, kita akan selalu siap sedia menghadapi kebutuhan finansial apa pun yang menerpa kita, di masa kini dan mendatang.

Cerita Orangtua Tunggal yang Sukses

Kota khatulistiwa, di Senin pagi ini diguyur hujan, membuatku teringat salah seorang teman terbaik yang sempat saya kunjungi di hari Minggu kemarin.
Seorang ibu dengan dua orang putra tinggal dirumah tipe “RSS” (rumah sangat sederhana, salah satu program perumahan Orde Baru) sejak 23 th lalu dan baru selesai kreditnya. Rumah itu hampir tidak pernah direhab, sehingga mudah dicari dalam kompleks yang cukup besar. Cari saja rumah yang paling sederhana, paling kecil tanpa pagar pasti dapat diketemukan.
Tapi apakah isi juga kerdil seperti rumahnya?
Jawabannya, tidak!
Ibu, yang menempati rumah tersebut sejak diabaikan orang suaminya (20th lalu), tidak pernah meratapi nasibnya, tidak pernah neko-neko, tidak penah dendam, tidak pernah tawakal.
Alhasil dari semua pengorbanannya, sang anak sulung telah lulus S1 dengan IP sangat memuaskan. Bekerja di bank swasta dengan gaji lumayan dan sudah membuat perencanaan untuk merehab rumah kecil penuh kenangan kasih seorang ibu itu, “Ibu, 50% gaji saya ibu tabung untuk rehab rumah, jadi dihari tua ibu tidak pusing lagi dengan rumah.” Demikian perkataan si anak kepada ibunya.

Bahasa Cinta Anak: Kata-kata Pendukung

artikel ini diambil dari sini
Seperti yang telah saya tulis di artikel sebelumnya Apa Bahasa Cinta Anak Anda ? bahwa banyak sekali permasalahan anak yang terjadi saat ini disebabkan karena kurangnya perasaan dicintai alias tangki cinta anak kosong. Sebab utamanya memang perasaan kurang dicintai ini tetapi symptom atau akibat yang terjadi dari sebab utama ini munculnya bisa berbagai perilaku aneh yang membuat orangtua bingung, seperti : anak tidak mau sekolah, anak tidak percaya diri, anak suka membantah atau melawan orangtua, anak sering berkelahi, anak nakal dan rewel sekali dan lain-lain. Kelihatannya tidak berhubungan bukan ? Padahal sebab utamanya sama yaitu perasaan anak yang kurang dicintai atau tangki cintanya kosong. Oleh sebab itu saya mengajak orangtua yang membaca artikel ini untuk mengenali bahasa cinta anaknya dan mulai belajar mengisi tangki cinta anak anda. Anak yang tangki cintanya penuh adalah anak yang sangat manis dan berespon positif terhadap disiplin yang diajarkan orangtua. Sebelum saya jelaskan satu per satu bahasa cinta, ada beberapa prinsip yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu, yaitu :
  1. Anak Balita (0-5 tahun) sulit dapat diketahui bahasa cinta utamanya. Mereka masih membutuhkan seluruhnya, jadi berikan dan lakukan seluruh 5 bahasa cinta yang ada pada anak Anda.
  2. Anak diatas 5 tahun walaupun membutuhkan seluruh bahasa cinta tetapi ada 1 atau 2 bahasa yang dominan. Jadi tidak berarti bila Anda mengetahui bahasa cinta anak anda, lalu Anda tidak perlu melakukan bahasa cinta yang lain.
Ok, mari kita mulai membahas secara singkat satu per satu bahasa cinta anak. Kita mulai dengan yang pertama Kata-Kata Pendukung. Anak yang memiliki bahasa cinta kata-kata pendukung sangat merasa dicintai bila orangtua atau orang lain mengucapkan kata-kata positif yang meningkatkan harga dirinya. Anak akan tersenyum bahagia saat mendengar kata-kata yang menyenangkan ini. Secara garis besar, kata-kata pendukung yang berarti bagi anak yang bahasa cintanya kata-kata pendukung ini terdiri atas :

37 Kebiasaan Orang Tua Yang Tanpa Disadari Menghasilkan Perilaku Buruk Pada Anak

1. Raja yang Tak Pernah Salah
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.
Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”

Sharing Yusi Setiawan: Dari Anak Bermasalah Menjadi Anak Berprestasi

Sharing ini ditujukan bagi para orangtua yang merasa memiliki anak yang bermasalah, terutama yang masih balita, yang iri dengan adiknya, dan sering mengganggu temannya.
Saya ibu 2 orang anak cowok. Anak pertama saya Steven sekarang berusia 8 tahun lebih, duduk di kelas 3, sedangkan adiknya Kevin 7 tahun, duduk di kelas 2. Selisih umur mereka 1,5 tahun.
Saat ini kalau memandang Steven dan Kevin, saya bisa merasakan rasa sayang dan bangga. Tapi dulu tidak begitu. Masing-masing anak sempat mengalami fase sulit yang membuat saya nyaris putus asa.
Steven terlahir maju 17 hari dari jadwal karena ketuban pecah dini. Karena belum ada tanda-tanda lahir, akhirnya saya diinduksi. Sakitnya luar biasa. Untuk menghindari infeksi, Steven bayi diinjeksi antibiotik. Kemudian karena kuning, dia juga disinar. 2×24 jam penyinaran hanya mampu menurunkan sedikit kadar bilirubinnya. Akhirnya dia boleh pulang tapi masih harus minum obat dan dijemur setiap pagi.

Hati-Hati Mencubit Anak : Biarkan Menangis Saat Kecewa

Jawapos, 18 Februari '02

SURABAYA - Hati-hati bila mencubit anak. Salah-salah, bisa berakibat fatal. Bila cubitan sampai mengakibatkan kulit membiru, pertanda pembuluh darah di tempat itu pecah. Bila intensitasnya tinggi, mengakibatkan paru-paru tersumbat, yang menjadikan aliran darah tidak lancar.  Ini ditegaskan psikiater anak dan remaja dr Ismet Yusuf SpKj, saat seminar Kiat Menanggulangi Stress pada Anak di Sekolah Alam Insan Mulia, kemarin. 

Terlebih bila birunya kulit itu akibat dipukul, tentu semakin memperparah kondisinya. "Seringkali ibu menganggap ini sebagai hal yang wajar, karena anak tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Padahal, sangat berpengaruh pada kesehatannya, terlebih kecerdasan emosinya (EQ/Emotional Quotient),"
ujarnya.

Renungan Tentang Anak Jenius William James Sidis - Komunitas Ayah Edy

Renungan akhir pekan - Komunitas Ayah Edi
Ada artikel bagus dari komunitas ayah Edy mengenai parenting yang bagus banget untuk di baca, aku mau berbagi mudah2an bermanfaat. :)


RENUNGAN AKHIR PEKAN


Jika kami sedang berseminar pendidikan, yg umumnya di hadiri 300-600 peserta orang tua dan guru, maka jika kami tanya MANA YG LEBIH PENTING AKHLAK ATAU PINTAR.... hampir seluruh ruangan kompak menjawab.... AKHLAK... MORAL....!!!!!

Wah senang sekali sy mendengar teriakan yg hampir kompak ini. Tapi masalahnya ini hanya TERIAKAN DI RUANG SEMINAR atau memang datang dari Pikiran yg sudah "tersadarkan" atau "tercerahkan"....? Namun sedihnya fakta di lapangan...., tetap saja setelah kembali dari seminar... Para guru dan orang tua sama... kembali ribut dan gusar akan hail ujian murid2nya, nilai..nilai raportnya. Begitu pula orang tua.... sibuk menekan anaknya untuk belajar dan mengerjakan setumpuk PR (yg sebenarnya hanya menghapal). Juga sibuk menekan anaknya untuk ikut berbagai BIMBEL dan Kursus agar menjadi anak yg PINTER, JUARA DAN KALAU BISA JENIUS... Padalah jelas-jelas.... Tokoh2 anutan masing2 agama di dunia, mulai Dari Krishna, Kristus, pangeran Sidarta dan Muhammad SAW.... tak satupun yg memusingkan nilai2 pencapaian IQ apa lagi untuk menjadi Jenius.... semuanya mengajarkan kita untuk memiliki akhlak, moral dan karakter yg mulia. Untuk bisa mencapai hidup bahagia dan sukses di dunia dan akhirat.
Mengapa ini tidak di jadikan sebagai point utama mencapai sukses hidup dunia dan akhirat oleh mayoritas orang tua dan pendidik...?

Mari kita simak kisah sejarah berikut ini:

Menjadi ayah terbaik, postingan bunda Arifah.

dikutip dari status facebook.

Ayah adalah hero nya anak2 laki2
*dikutip dari salah satu postingan di FB

(jika seorg anak wanita tdk diperlakukan dgn penuh kasih sayang oleh cinta pertamanya, bagaimana dia mau mempercayai "cinta" dari laki2 lain?? jika seorang anak laki2 tdk mendapat panutan dari ayahnya, bagaimana dia kelak dapat memberikan panutan??")

dapat BBM  dari ustadz Rusydihelmi  tentang Postingan dari Bunda Arifah di facebook. setelah saya telusuri ternyata postingan tentang ayah.

berikut isinya:


Mudik Lebaran 1439H 2018