Karena Cinta kami

Meskipun berjubelan menjelang malam. Para pemotor dan pemobil tidak pernah putus asa. Berjalan perlahan lahan.Terkadang jika perlu berhenti di kemacetan.
Kadang sesama motor bertengkar. Saling memaki. Saling melotot. Atau pemobil dengan pemotor yang bersenggolan. Mobil dengan mobil. Motor dengan mobil. Orang saling berkelahi.
Kok masih ada ya yang mau tinggal di sini?


Jujur saja. Setiap orang dipaksa untuk mencintai Jakarta. Karena di sinilah anaknya sekolah dan dia bekerja. Karena di balik bisingnya, dia bisa melihat senyum istri tercinta dan celoteh anak.
Tentu saja masih macet. Karena cinta yang tadi pribadi dan macet adalah masalah umum.
Nih contohnya.

Mudik Lebaran 1439H 2018