Membahas Takjil


Kajian bakda Isya di Cibubur Village Apartemen malam ini membahas tiga hal yaitu Takjil, buka puasa dan sahur. Bahasannya tidak jauh dari pengertiannya menurut bahasa arab yaitu Takjil berasal dari ajjala yajjilu takjiila artinya menyegerakan. 

Diantara amalan-amalan dan adab-adab dalam puasa ramadhan adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan buka. amalan ini didasari oleh sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya : "Manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka puasa." (HR Bukhori, Muslim dan At-Tirmidzi)

Mengakhirkan sahur diantaranya memulai makan sahur pada waktu sebelum adzan subuh dikumandangkan kira-kira satu jam atau kurang. dan diantara manfaat mengakhirkan sahur adalah agar seseorang yang berpuasa akan lebih mempunyai kekuatan untuk beribadah pada hari itu sampai berbuka.

Menyegerakan buka puasa yaitu berbuka setelah matahari benar-benar terbenam atau ketika adzan maghrib tiba. menyegerakan buka puasa walaupun hanya dengan seteguk air, karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- selalu menyegerakan berbuka puasa walau dengan beberapa biji kurma, jikalau tidak ada maka cukup dengan beberapa teguk air.

Manfaat menyegerakan buka puasa adalah agar tidak dianggap meniru amalan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). mereka berbuka puasa setelah nampak bintang-bintang atau sudah masuk waktu isya'. dan barang siapa yang tidak menyegerakan buka maka dianggap juga telah menyalahi sunnah (ajaran).

Imam Asy-Syafi'i berkata : "menyegerakan puasa hukumnya sunah."

berikut foto ustad dari LIPIA.


saya juga mengambil tulisan dari sini

Mudik Lebaran 1439H 2018