Membuat Laporan Keuangan Keluarga


Cara mudah membuat laporan arus kas keluarga adalah seperti yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang rajin. Seluruh pendapatan dan pengeluaran keluarga dicatat dengan rapi.

Tentunya, membuat laporan arus kas secara lebih sistematis akan lebih mudah dibaca dan dimengerti. Dengan laporan yang sistematis, Anda akan dengan mudah dapat melihat dari mana sumber pendapatan Anda dan ke mana saja pengeluaran digunakan. Apabila ternyata pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran, Anda akan memiliki dana lebih, yang bisa ditabung atau diinvestasikan di berbagai jenis instrumen investasi.

Sebaliknya, jika penghasilan lebih kecil dari pendapatan, maka Anda akan mengalami kekurangan uang (defisit). Sehingga, Anda harus mengambil uang dari tabungan, atau mencairkan deposito, atau menjual harta benda yang Anda miliki. Jika defisit terjadi setiap bulan dalam waktu yang lama, kekayaan Anda akan semakin berkurang, dan bisa habis, sehingga perlu berutang atau meminta bantuan pihak lain.

Pada keluarga yang sudah pensiun, kondisi defisit ini biasa terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mengumpulkan
harta dan kekayaan secukupnya di masa aktif bekerja untuk mendanai masa pensiun. Kalau dana pensiun itu
masih tersisa, bisa diwariskan kepada pihak yang dicintai.

Jadi, sekali lagi, tujuan utama kita dalam membuat laporan arus kas adalah untuk mengontrol besarnya tabungan rutin kita. Dengan tabungan yang besar, akumulasi kekayaan kita akan berlipat-lipat, karena adanya unsur compounding interest (bunga berbunga). Dengan demikian, kita akan selalu siap sedia menghadapi kebutuhan finansial apa pun yang menerpa kita, di masa kini dan mendatang.

Memperbesar tabungan
Arus kas mempunyai dua unsur pokok, yaitu pendapatan (penghasilan) dan pengeluaran (biaya). Untuk kekuatan keuangan keluarga, kita harus menabung sebesar-besarnya. Tetapi, tentu saja kita tidak bisa menabung 100%, karena kita selalu membutuhkan uang untuk membiayai hidup kita. Untuk memperbesar jumlah tabungan rutin, ada dua jalan, yaitu dengan cara menghemat (menekan pengeluaran) dan memperbesar penghasilan (atau mencari penghasilan tambahan).
Ada beberapa kiat dalam cara menghemat. 
Pertama, kendalikan pengeluaran. Besarnya tabungan bulanan kita, merupakan dampak langsung dari gaya hidup (life style) yang kita pilih. Misalnya, apakah kita bisa makan dari masakan sendiri saja, atau harus beli di warung, restoran, hotel, atau cafe. Anda bisa kreatif dalam penghematan biaya hidup ini. Misalnya, Anda hanya makan di hotel atau cafe pada saat melakukan tugas kantor (entertain pelanggan). Selain contoh ini, Anda bisa mencari cara-cara lain tentang bagaimana mengendalikan pengeluaran.
Kedua, bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Kata orang bijak “Hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin”. Kita harus lebih berpijak kepada kebutuhan daripada keinginan. Sehingga Anda akan lebih bijak dan lebih rasional. Sebagai contoh, memakai baju kantor baru yang mewah adalah penting terutama bagi ibu-ibu yang bekerja di kantor. Namun apakah itu perlu dan menjadi keharusan ? Anda harus bertanya kepada diri sendiri, apakah alasan Anda memakai baju baru memang untuk membantu karier Anda. Jangan hanya karena rasa iri melihat rekan kantor yang selalu berpakaian mewah. Mungkin, Anda dapat lebih berhemat dengan mencoba kombinasi pakaian kerja yang Anda miliki, sehingga selalu tampil menarik.

Ukuran kesederhanaan yang paling penting, adalah, kita tidak memaksakan diri untuk memilikinya. Misalnya, Tas Louis Vitton menjadi sederhana bagi seorang miliarder. Tetapi sebaliknya, tas yang dijual di factory outlet menjadi hal yang mewah bagi kita yang berpenghasilan di bawah 500 ribu rupiah sebulan.

Ketiga, tentukan skala prioritas. Mungkin Anda pernah mendengar tentang istilah “First Thing First” atau “Utamakan yang Utama”. Memang kita sering terjebak kepada hal-hal yang menurut kita semua penting. Kalau berdasarkan keinginan, maka semua menjadi penting. Tetapi dengan melihat dengan cermat, dan mempertimbangkan faktor kebutuhan dan rentang waktu dalam memenuhi kebutuhan, Anda bisa mengurutkan pos terpenting dan yang kurang penting. Dengan membuat skala prioritas, kita lebih mudah melakukan penghematan di pos-pos yang prioritasnya lebih rendah.

Keempat, hargailah uang dengan baik. Jangan remehkan uang kecil. Dari uang kecil, kalau dikumpulkan dan
diakumulasikan dengan investasi, bisa menjadi dana yang besar. Jadi, walaupun Anda melakukan pembelian barang yang nilainya kecil, lakukan juga dengan bijaksana. Untuk keluarga muda, barangkali Anda bisa bercermin dari rumah Anda. Berapa banyak boneka dan mainan untuk putra-putri Anda? Berapa banyak uang yang sudah Anda keluarkan untuk membeli mainan, yang mungkin hanya digunakan sekali dua kali saja?

Jalan kedua dalam memperbesar tabungan rutin adalah memperbesar penghasilan. Kalau Anda pegawai, percepat kenaikan karier Anda, sehingga penghasilan bertambah. Atau kerjalah lebih keras dan lebih cerdas. Kalau Anda seorang pedagang atau pebisnis, lakukan usaha-usaha strategis untuk memperbesar perusahaan dan penghasilan Anda. Cara lain, carilah penghasilan tambahan jika memungkinkan. Jika Anda punya keahlian khusus, Anda bisa memberi les, kursus, mengajar, melukis, atau memproduksi barang tertentu di waktu luang Anda. Sekarang ini, banyak peluang juga dari internet. Anda bisa berjualan, ataupun menerima pekerjaan terjemahan, lewat internet.

Contoh laporan arus kas
Sebagai ilustrasi, kita perhatikan contoh laporan arus kas Keluarga Winata, sebuah keluarga muda dengan satu anak. Pada mulanya, keluarga tersebut  membuat laporan arus kas dengan menginventarisiasi seluruh pendapatan dan pengeluarannya berdasarkan keinginannya masing-masing. Terlihat dalam kolom “keinginan” Keluarga Winata, Total Pendapatan adalah Rp. 6,8 juta sebulan. Ternyata, setelah dianggarkan berdasarkan keinginan, Total Pengeluaran adalah sebesar Rp. 7,235 juta. Sehingga, Keluarga Winata mengalami defisit atau kekurangan uang sebesar Rp. 435 ribu.

Karena Keluarga Winata sudah tahu pentingnya membuat tabungan rutin, maka mereka melakukan diskusi lebih lanjut dan mencoba melakukan kompromi sehingga tercapai kesepakatan. Penghematan bisa dilakukan dalam pos-pos yang memang kurang penting. Mereka mencoba beberapa kali mendalami pos-pos pengeluaran yang telah dianggarkan berdasarkan keinginan tersebut. Setelah dilakukan penganggaran berdasarkan kebutuhan yang lebih realistis, maka mereka dapat memiliki uang lebih sebesar Rp 1,31 juta ! Dari defisit menjadi surplus ! Hebat bukan ?

Cobalah terapkan pembuatan laporan arus kas ini untuk Keluarga Anda. Apakah Anda bisa membuat penghematan yang besar?

Selamat membuat laporan arus kas. Perbesar tabungan rutin keluarga Anda. Investasikan dan akumulasikan.
Semoga Keluarga Anda dapat menggapai financial freedom!

***pikiranrakyat

Mudik Lebaran 1439H 2018