Mencubit Sebabkan Gangguan Mental Anak

Penakita | SURABAYA - Disadari atau tidak, kesehatan mental dan kecerdasan anak ternyata dipengaruhi cara orangtua mendidik. Menurut para peneliti, jika anak sering dipukul membuat mereka rentan mengalami gangguan mental, dan hal ini akan terbawa sampai dewasa.

Penelitian ini menjadi peringatan bagi Anda yang sering ringan tangan saat memberi hukuman ketika anak berbuat salah. Sebuah penelitian di Amerika mengungkap, hukuman fisik pada anak meningkatkan rata-rata 7 persen resiko anak mengalami masalah mental di kemudian hari.

Dikutip dari Dailymail, gejala gangguan mental tersebut sering ditandai dengan beberapa penyimpangan. Diantaranya, gangguan mood, kecemasan, bahkan masalah dengan alkohol, penyalahgunaan obat, dan tindakan agresif lain.


Sebuah survei yang melibatkan 653 orang dewasa dan dilakukan oleh National Epidemiologic Survey on Alcohol and Related Conditions, antara 2004 dan 2005 mengungkap, secara terperinci dampak dari tindakan ini. Menurutnya, dengan memukul, resiko gangguan mental yang dialami anak rata-rata terjadi antara 2-7 persen gangguan depresi, kecemasan, bipolar, anoreksia atau bulimia. Dan 4-7 persen mengalami gangguan kepribadian, cacat obsesif – kompulsif dan intelektual.

Dalam penjabarannya, para peneliti kegiatan kekerasan ini mencakup hukuman ringan. Tidak termasuk penganiayaan berat, pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang berakibat memar atau cedera.
Sementara itu, hukuman fisik dalam metode pengajaran sudah dilarang di 32 negara di seluruh dunia. Dan di Inggris, orang tua diizinkan memukul anak mereka, tapi harus tanpa menyebabkan kulit memerah.
- See more at: http://penakita.com/mencubit-sebabkan-gangguan-mental-anak/#sthash.dDKTj1yK.dpuf

Mudik Lebaran 1439H 2018