Bagaimana Menjadi Hafidz Quran? -2-Strategi dan Alokasi Waktu

Posted  on: 9 September 2009

Temans,
Saya mau sedikit share tentang Bagaimana Cara Menghafal Qur’an. Langkah pertama adalah ‘membangun kecintaan terhadap Al Qur’an’. Langkah ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya.

Saat ini, saya ingin membahas langkah kedua, yaitu STRATEGI alokasi WAKTU
__

Temans, menjadi penghafal Qur’an merupakan impian banyak orang. Namun sayang, belum banyak orang yang berusaha mengubah impian itu menjadi kenyataan. Misal saja, ada orang yang ingin menjadi hafidz Qur’an, tapi tidak pernah meng’investasikan’ waktunya untuk itu. Maka menjadiHafidz Qur’an hanya akan menjadi mimpi seumur hidup.
Terkait dengan Alokasi waktu, saya punya jurus jitu nih. Terbukti manjur. Tapi jurus ini memerlukan satu syarat: ISTIQOMAH.
Jurusnya: Pemanfaatan waktu-waktu shalat fardhu yang lima: Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Bisa sebelum, bisa setelah, atau bisa dua-duanya.


Kalau saya, biasanya menggunakan waktu setelah shalat fardhu sekitar 5-15 menit. Biasanya saya menggunakan waktu ini untuk mengulang hafalan(murajaah) atau menghafal (tahfidz). Biasanya, setiap selesai shalat fardhu, saya murajaah sebanyak 10 halaman (setengah juz). Ini ditempuh dalam waktu 10-an menit. Jadi dalam sehari, tanpa terasa, saya dapat membaca Al Qur’an hingga 2 setengah juz. Al hamdulillaah..
Langkah ini terasa manfaatnya. Hafalan saya yang pada ‘kabur’ itupun sedikit demi sedikit pulang lagi.
Temans,
Buat kamu semua yang tilawahnya jarang mencapai target 1 juz/hari, maka langkah ini juga bisa dijadikan sebagai strategi solusinya. Jika setiap selesai shalat kamu membaca 2 lembar Al Qur’an, maka tanpa terasa, sekali lagi tanpa terasa, dalam satu hari kamu telah selesai membaca Al Qur’an sebanyak 1 juz. Membaca 2 lembar Qur’an paling cuma 7 menit (asumsi normal).

Ada kepuasan tersendiri saat targetan interaksi dengan Qur’an kita mencapai target.
Demikian halnya dengan yang mau menghafal Qur’an. bisa saja menghafal Qur’an dikit-dikit. kalau setiap selesai shalat menghafal 1 ayat. Maka dalam satu hari kamu bisa menghafal 5 ayat. Berarti seminggu bisa 30 ayat. Lumayan kan?
Temans,
Seperti yang saya bilang di atas, syarat memakai jurus ini hanya satu: Istiqomah. Maka beristiqomahlah. Biasanya banyak ‘Godaan’ yang menarik hati kita setelah selesai shalat. Maka di sini dibutuhkan pengendalian jiwa (baca: hawa nafsu) yang berani. Jiwa ini harus dikendalikan dengan baik(under control).

Berdasarkan pengalaman, godaan itu pasti datang. Wujudnya macam-macam, bisa berupa teman, makanan, ngantuk, sibuk dg aktivitas lain (padahal sebenarnya bisa dikondisikan)
Istiqomah merupakan kunci jika kamu ingin sukses menghafal Qur’an. Berani menghafal Qur’an berarti berani istiqamah. Memang Istiqamah tidak mudah. Saya juga ‘kewalahan’. Tapi, di situlah asiknya beperang melawan Jiwa sendiri.
Nah,
Selamat mencoba. Semoga berhasil!

***
nb:
Tulisan ini saya persembahkan untuk saudari saya Frita Rachmawati (alm).
Seorang teman satu fakultas yang baru saja mudik ke kampung akhirat.

Semenjak lulus dari program Diplomanya di IPB, dan meneruskan S1 nya di salah satu perguruan tinggi di Bandung, Beliau sering meminta saya untuksharing seputar bagaimana cara menghafal Qur’an. Itulah yang mendorong saya untuk membuat tulisan dengan tema2 seperti itu.
Wakaf itu bukan sekedar Tanah/barang, tapi bisa juga dalam bentuk tulisan. Jika ada pahala yang diberikan oleh Allah lantaran tulisan ini. Semoga terus mengalir kepada beliau dan dihitung sebagai shadaqah jariyah. Aamiin..
= = = = =

Mudik Lebaran 1439H 2018