Rahasia Pendengaran

Sobat Nida, hati-hati dengan pendengaranmu! Jangan sering-sering mendengar sumpah serapah atau makian, apalagi kalau ucapan kasar itu keluar dari mulut kita sendiri!

"Orang mukmin itu bukanlah orang yang
suka mencela , mengutuk , berbuat keji dan berkata kotor." (HR. Tirmidzi/ Riyadhushshalihin: 1736)

Karena apa yang kita dengar bisa berefek luar biasa terhadap kesehatan kita!

Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera. anusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran
merupakan indera yang paling penting!

Ini Yang Dibutuhkan Anak 13 Tahun…

saya mengkopi artikel ini dari Ellen Marinka


1378688267194413983

Saya tergerak menulis artikel ini sambil merasakan kepedihan dan kegalauan Maia dan Ahmad Dhani.  Juga turut berduka cita yang sedalam dalamnya bagi korban kecelakaan maut yang mengakibatkan enam orang tewas akibat kendaraan yang dikemudikan Dul, melenceng keluar jalur dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.

Beginilah Akhir Kehidupan antara Penggemar Musik dan Pecinta Al Qur'an

Menggali kesadaran diri kadang lebih mudah dengan cara membaca kisah-kisah penuh hikmah. Ada banyak kisah-kisah ummat terdahulu, ataupun kisah-kisah nyata masa kini yang bisa kita ambil hikmahnya. Diantara kisah yang insyaAllah mampu mengetuk kesadaran kita adalah kisah yang saya tulis ulang dalam artikel ini.
Kisah ini saya kutipkan dari sebuah buku yang berjudul, “Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”, yang judul aslinya adalah, Kesudahan yang Berlawanan, karya Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly. Penerbit : Akafa Press Hal. 48. Silahkan simak dan ambil hikmah dari kisah berikut ini...Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

akhir kehidupan


Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Memahami "Jenis" Kecerdasan Anak Didik

www.pendidikankarakter.org

Aminnatul Widiana. S.Pd

Sebagai pendidik di sekolah, pasti kita juga merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan anak didik. Kita akan merasa cemas jika melihat mereka berlarian menyeberang di jalan raya, melompati pagar sekolah dan jendela-jendela kelas, bermain-main di lingkungan yang ramai dengan lalu-lalang kendaraan bermotor serta masih banyak lagi kekhawatiran yang muncul ketika mereka berulah. Kadang tanpa sadar kita akan segera melarang mereka ini itu atau bahkan langsung memarahi mereka.

Begitu pula di dalam kelas, sering kita menjumpai seorang anak yang asyik memainkan meja dan alat tulisnya sehingga menghasilkan irama yang gaduh, atau kita jumpai seorang anak yang lebih menyukai berkeliling kelas dan bermain-main daripada duduk diam dan menulis serta mangarjakan tugas. Sering pula kita jumpai seorang anak yang senang menyanyikan lagu-lagu kesukaan mereka sambil beraktivitas. Kemudian di lain pihak ada juga yang lebih suka duduk manis dan mengerjakan tugas bersama teman-temannya dan menggerombol membentuk kelompok sendiri.

Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak



Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian
”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.

Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.

Mudik Lebaran 1439H 2018