Ini Yang Dibutuhkan Anak 13 Tahun…

saya mengkopi artikel ini dari Ellen Marinka


1378688267194413983

Saya tergerak menulis artikel ini sambil merasakan kepedihan dan kegalauan Maia dan Ahmad Dhani.  Juga turut berduka cita yang sedalam dalamnya bagi korban kecelakaan maut yang mengakibatkan enam orang tewas akibat kendaraan yang dikemudikan Dul, melenceng keluar jalur dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.



Tanpa kita menunjuk hidung Ahmad Dhani dan menuliskan daftar kesalahannya, saya jujur merasa bahwa Ahmad Dhani menyesali hadiah ulang tahun yang diberikan kepada Dul sebagai ekspresi rasa sayang seorang ayah kepada anaknya.  Segila apapun orang tua, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami kecelakaan dan mencelakakan orang lain, bahkan sampai merenggut nyawa sesama.

Siapa yang harus bertanggung jawab kalau sudah begini ?. Orang tua tentu saja. Kelalaian Dul yang menyetir mobil di usia yang masih sedemikian muda (tanpa memiliki SIM) pada jam yang tidak lumrah dengan alasan mengantarkan pacarnya pulang, mengindikasikan satu hal bahwa fungsi orang tua sebagai pengawas, pendidik dan pelindung anak tidak dijalankan dengan baik.

Saya memiliki dua anak laki laki, 19 dan 18 tahun, juga satu putri (bungsu) berusia 15 tahun, dan sampai pagi ini tidak habis heran berpikir bagaimana mungkin seorang anak gadis belia yang menjadi pacar Dul, perkiraan saya tentu usianya seumuran Dul, bisa diijinkan orang tuanya untuk bepergian dengan sang pacar sampai subuh.

Sepertinya kesalahan bukan hanya ada pada Ahmad Dhani dan Maia, tapi orang tua dari anak gadis belia pacarnya Dul perlu dipertanyakan cara mendidik dan mengawasi anak, khususnya terhadap anak perempuan yang sudah diijinkan untuk berpacaran dengan gaya “super metropolitan” seperti itu.

Terlalu jauh membandingkan dengan jaman saya berusia 13 tahun yang hobby-nya membaca lima sekawan dan serial Tintin, serta balapan sepeda di kompleks rumah, tapi saya mencoba lebih logis membandingkan dengan anak anak saya, yang umurnya masih kurang lebih sepantaran dengan anak anaknya Maia dan Dhani.

Usia 13 tahun anak anak sekarang sudah sangat cerdas, sehingga perkataan orang tua dan nasehat akan segera di counter-attack oleh sang anak jika mereka menilai bahwa nasehat yang diberikan hanya sebatas rangkaian kalimat indah tanpa pernah menyaksikan bagaimana orang tua mereka mempraktekkan apa yang dinasehati.  Walk the talk!. Tidak ada nasehat yang lebih manjur dan efektif daripada keteladanan orang tua.

Bakat musik yang dimiliki Maia dan Ahmad Dhani tidak usah diragukan, dengan sangat jelas dan kentara terbukti diturunkan kepada ketiga anak laki laki mereka yang gagah dan ganteng ganteng.  Sungguh ini merupakan berkat luar biasa dari Tuhan bagi Ahmad Dhani dan Maia untuk mereka bimbing, jaga, dan besarkan agar menjadi anak anak yang mendatangkan banyak kebaikan bukan saja bagi diri mereka sendiri dan orang tua, tapi kepada masyarakat dan negara.

Ketiga anak saya sudah melewati usia 13 tahun, yang memang saya akui merupakan usia kritis dimana cara berpikir mereka sudah sangat cerdas, namun belum diimbangi dengan emosi yang stabil. Di usia seperti ini justru peran keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan untuk meluruskan cara berpikir remaja yang sering kebablasan dan emosional,  mengajarkan etiket dan tata krama yang baik, dan menanamkan nilai nilai agama yang memuliakan Tuhan dan sesama.

Tanpa bermaksud menggurui, karena masing masing orang tua memiliki metode dan sistem berbeda dalam mendidik dan membesarkan anak,  lewat artikel ini saya hanya ingin berbagi berdasarkan pengalaman pribadi dan observasi terhadap saudara maupun kenalan dekat yang memiliki anak anak remaja 13-17 tahun.

Penting bagi orang tua untuk bisa membedakan “Kebutuhan” dengan “Keinginan” dari sang anak. Barangkali kelalaian terbesar Ahmad Dhani adalah meluluskan segala keinginan anak kesayangannya, sebagai ekspresi tanda cintanya sebagai ayah kepada anaknya, diliputi kebanggaan bahwa sebagai orang tua, dia mampu mewujudkan semua yang diminta anaknya.

Tidak semua yang diinginkan anak berusia 13 tahun itu perlu dan bermanfaat. Bahkan tidak jarang yang diinginkan mereka malah bisa membawa akibat buruk terhadap diri sendiri dan sesama. Disinilah fungsi kontrol orang tua seharusnya berjalan dengan baik, dan dapat menyensor serta mengharmoniskan kebutuhan dan keinginan yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi orang tua, dan pertumbuhan anak secara wajar dan sehat.

Berdasarkan pengalaman saya, ini yang dibutuhkan anak usia 13 tahun :

- Pendidikan dan sekolah yang baik dan bermutu. Jika kita menginginkan bangsa ini maju, maka pendidikan adalah kata kuncinya. Anak usia 13 tahun harus bersekolah dan bergaul dengan baik dan diajarkan tata krama dan sopan santun  agar memahami bagaimana memperlakukan teman temannya dengan baik,  menghormati orang tua, guru dan sesama.

- Makanan dan gizi yang baik untuk memaksimalkan pertumbuhan. Termasuk di dalamnya pola hidup sehat yaitu disiplin akan pengaturan jam tidur, bermain dan belajar yang seimbang. Tidur yang cukup itu penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

- Gadget yang sesuai untuk kebutuhan komunikasi dan membantu mereka dalam pendidikan. Saya pribadi menamkan kepada anak anak bahwa gadget dibeli sesuai dengan kebutuhan, dan bahwa etika dalam menggunakan HP maupun smart phone adalah mutlak. Pergaulan dan interaksi secara langsung dengan teman teman seusia mereka tetap diperlukan untuk membantu mereka belajar bersosialisasi, dan bahwa pergaulan yang baik dan benar itu membutuhkan keterlibatan secara langsung, dan tidak semata mata lewat internet dan dunia maya.

- Perhatian dan kasih sayang orang tua lewat kehadiran secara langsung. Tahu apa anak usia 13 tahun dengan segala definisi quality time ?. Maaf, bagi saya kata quality time lebih sering dipelesetkan dan dijadikan senjata oleh orang tua yang sibuk diluaran dan tidak punya waktu dengan anak anak.  Quality time bagi anak anak saya adalah kehadiran saya dirumah ketika mereka pulang sekolah dan bercerita tentang kejadian seru sambil makan dengan lahap makanan yang sudah disediakan dirumah.

Quality time adalah mengantarkan pagi pagi anak saya ke sekolah sambil memberi semangat kepada mereka untuk siap menghadapi ulangan atau ujian kenaikan kelas, dan menanyakan sekiranya ada yang diperlukan untuk membantu mereka lebih menguasai pelajaran. Quality time adalah secara konsisten mengingatkan mereka bahwa apapun dalam hidup ini, hak itu selalu diikuti dengan tanggung jawab.

- Anak 13 tahun memerlukan role model dan keteladanan yang baik dari ibu dan ayah. Dalam kasus dimana orang tua bercerai, maka seharusnya keegoisan dan ketidak cocokan orang tua dikesampingkan demi anak anak. Mereka membutuhkan kasih sayang ibu dan perlindungan ayah secara konsisten dan proporsional. Jikapun perceraian harus terjadi, dan itu sudah merupakan pilihan yang tidak terelakkan, maka masing masing orang tua berkewajiban untuk tetap menjalankan fungsi mereka sebagai orang tua dan tidak menjelek jelekkan mantan pasangan.

Memiliki anak adalah pilihan yang dilakukan oleh dua orang dewasa yang terikat dalam pernikahan. Anak tidak memilih untuk dilahirkan. Sudah seharusnya ketika pilihan ini diambil, maka tanggung jawab yang melekat di dalamnya dalam melahirkan , membesarkan, mendidik dan mendampingi mereka,  dipenuhi oleh orang tua dalam semangat mencintai anak anak kita, sampai mereka dewasa dan cukup umur untuk bertanggung jawab atas hidup mereka masing masing.

Mudah mudahan kita selalu dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh anak anak kita, dan bukan sekedar memberikan apa yang diinginkan mereka dalam usia remaja yang masih labil.

Mudah mudahan Ahmad Dhani dan Maia dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, dan sekaligus memberi kita pelajaran bermakna bahwa kasih sayang dan kehadiran orang tua tidak dapat digantikan oleh hadiah apapun.

Hadiah terbesar yang bisa kita berikan bagi anak anak adalah saling mencintai dan menghargai antara sang ayah dan ibu, dan bersama sama membesarkan anak dalam keluarga yang harmonis.
foto dari www.gettyimages.com)

Mudik Lebaran 1439H 2018